Hapuslah air matamu Ibu Pertiwi
Biarkan kami yang bermandi peluh,
bermandi debu dan bermandi lumpur
Biarkan kami yang akan menggendong duka dan laramu
Biarkan kami yang akan memikul semua ini

Tetap Semangat Wahai Anak Bangsa !!!
SEPERTI BURUNG ELANG,
JIKA INGIN TERBANG AKAN BELAJAR TERUS MENERUS SEBELUM BISA MENEMBUS ANGKASA RAYA...
ITULAH PG dan juga para PETUALANG SEJATI
Tampilkan postingan dengan label CAVING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CAVING. Tampilkan semua postingan

23 Maret 2013

PRESS RELEASE HIKESPI




Innalillahi wainnaillahirojiun, atas nama keluarga besar Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia (HIKESPI), turut belasungkawa atas musibah kecelakaan di dalam Gua Serpeng/gua seropan.

Berikut kronologi kejadian.Pada tanggal 15-21 Maret 2013, Kami mengadakan Kursus Dasar dan Kursus Lanjutan (KDKL) Teknik Penelusuran Gua dan Lingkungannya 2013 di kawasan karst Gunung Sewu, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Pada tanggal 19 Maret 2013, Kami berencana melakukan penelusuran dan pemetaan Gua Serpeng/gua seropan di Desa Serpeng, Semanu.Gua Serpeng adalah Gua multi pitch dengan kedalaman pitch pertama 40 meter dan pitch kedua 20 meter. Gua Serpeng berada di posisi lembah dengan dikelilingi sawah dan kebun disekitarnya. Gua ini merupakan Gua yang sering digunakan untuk pelatihan penelusuran gua dan pemetaan bagi pecinta alam maupun penggiat gua. Cuaca dalam 2 minggu terakhir rata-rata cerah dan 2 hari terakhir hujan gerimis di sore hari. Sebelum kejadian kami selalu menganalisa cuaca untuk menentukan program kegiatan. 

Kegiatan penelusuran Gua Serpeng/gua seropan dimulai pukul 11.30 WIB dengan jumlah anggota 25 orang, terdiri dari 5 panitia dan 20 peserta KDKL. Pada pukul 15.00 WIB, dikarenakan keterbatasan waktu diputuskan peserta yang masuk hanya 10 orang, dan peserta dikondisikan untuk naik. Setelah proses naiknya 3 orang peserta, gerimis datang dan tidak terlalu lama (pukul 15.30 WIB) banjir bandang datang. 7 orang terjebak di bawah dengan seorang diantaranya masih dalam proses naik. 6 orang lainnya mencoba mencari posisi aman dari banjir bandang.

Pukul 15.30 WIB panitia membuat jalur evakuasi. Pukul 17.00 panitia berhasil turun mendekati dan mengecek kondisi korban. 3 orang berhasil dievakuasi, 3 orang meninggal dengan nama:

1. Ganang Samudra dari ISI Yogyakarta
2. Dian Putri Permatasari dari Matalabiogama Fak. Biologi UGM Yogyakarta
3. Hevin Faharisadari Mapala Satria Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Proses evakuasi dengan hauling system, dibantu potensi Polres, Polsek, SAR Baron, TNI, PMI Gunung Kidul dan masyarakat setempat. Proses evakuasi sendiri berakhir pada pukul 24.00 WIB.

Proses Kejadian
Pada pitch pertama dengan kedalaman sekitar 3 m team membuat lintasan main backup dengan backup anchor pohon dan main anchor lubang tembus yang dijadikan sebagai intermediate untuk turun ke pitch ke 2, di pitch ke 2 team membuat lintasan dengan menggunakan Y anchor dengan titik jatuh tali berada pada posisi tepi atas kiri (sesuai arah mulut goa) hal ini dimaksudkan untuk menghindari jatuhnya aliran air pada lintasan dengan kedalaman lorong sekitar 40 m, sampai pada pitch ke 3, team membuat lintasan dengan main backup pada sisi kanan lorong (sesuai arah hadap mulut goa) hal ini dimaksudkan guna menghindari jatuhnya air pada titik jatuh tali saat terjadi aliran air,namun karena waktu yang menunjukan sekitar pukul 15.00 sehingga team di intruksikan untuk kembali, dan tidak meneruskan penelusuran kelorong berikutnya, sehingga ada 15 orang yang tidak masuk sama sekali atau menunggu diluar goa, setelah 3 orang dari 10 orang sudah mencapai atas, gerimis datang dan dengan jarak waktu yang tidak lama sekitar pukul 15.30 banjir datang dan dilintasan dari pitch 3 ke pitch 2 masih ada satu orang proses naik dan 6 orang berada di ceruk pitch 3, dengan lintasan yang sudah dibuat di pitch 3 untuk turun kelorong berikutnya akhirnya satu orang berhasil turun di bawah pada pitch 4. Sedangkan 1 orang yang naik menuju pitch 2 terjebak di balik air terjun, dan 5 orang berada di cerukan pada pitch 3, bersamaan dengan datangnya air yang semakin besar team menyangkutkan pengamannya pada lintasan dan kemudian 1 orang dari 5 orang terseret arus air sehingga kelima- limanya ikut terseret arus, sehingga menyebabkan 5 orang ini tidak mampu bergerak sama sekali karena tekanan arus air hingga akhirnya 1 orang yang berada paling atas terselamatkan dan 3 orang dibawahnya meninggal dunia dan 1 orang dibawahnya lagi selamat.

Analisis Kondisi Cuaca
Secara prosedure dalam melakukan kegiatan yang dalam hal ini adalah Kursus Dasar dan kursus Lanjutan Penelusuran goa perlu adanya analisis cuaca, pada saat tanggal 15 – 21 merupakan musim yang dipilih dan sesuai dari berbagai pertimbangan (dari kebiasaan musim tanam masyarakat, BMG, WWWYR.NO dan pada tanggal yang tertera diatas menunjukan tanggal dengan musim akhir hujan, artinya musim dimana hujan yang masih turun namun jarang sekali, hal ini terbukti dengan tanggal pelaksanaan kegiatan selama tanggal 8 - 19 dengan turun hujan yang jarang, dan ketika hujan hanya beberapa menit, dan itupun terjadi hanya 2-4 hari sekali, pada saat teradi musibah tanggal 19 dengan pelaksanaan kegiatan di goa seropan/serpeng analisis 2 hari sebelumnya cuaca cerah, dan pada hari pelaksanaan pagi menunjukan cuaca cerah sehingga penelusuran dilaksanakan, namun sekitar pukul 10.00 gerimis datang namun dengan durasi waktu yang hanya sebentar, hal ini terjadi hanya sekitar 5 menit, dan sungai masih pada kondisi kering. Hanya genangan-genangan kecil dibeberapa titik sungai. Pada pukul sekitar 11.30 kondisi cerah dan panas sekali sehingga diputuskan untuk melakukan penelusuran.

Perijinan
HIKESPI (Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia) merupakan lembaga resmi yang bergerak dibidang goa dan lingkunganya sejak 1983 , peran Hikespi selain berkecimpung dibidang keilmuan tentang speleologi juga sebagai lembaga resmi yang memberikan ijin kepada kelompok yang akan melakukan penelusuran goa dan pendidikan penelusuran goa, hal ini mengingat faktor resiko yang tinggi yang membutuhkan tekhnik khusus dan faktor sumber daya manusia, untuk masalah perijinan pada kegiatan ini sudah dilaksanakan dengan memberikan pemberitahuan kepada POLSEK SEMANU dan tembusan ke POLRES GUNUNG KIDUL, dengan lokasi di jomblang dan sekitaran kawasan karst gunung sewu. Secara lisan perijinan juga dilakukan kepada penduduk setempat sebelum melakukan penelusuran goa.

Asuransi
Selama kegiatan yang dilakukan dari tahun 1983 – 2013 Hikespi selalu mengadakan kursus dasar dan lanjutan hampir setiap tahun dan dalam satu tahun hampir 2-4 kali dilakukan, pada perjalanan selama ini panitia atau anggota HIKESPI selalu berusaha untuk membuatkan asuransi kepada peserta kursus namun sampai saat ini belum ada pihak lembaga/perusahaan asuransi yang memberikan ijin asuransi untuk kegiatan eksterm penelusuran goa,, sehingga sampai saat ini kegiatan kursus belum menemukan pihak pihak yang memberikan ijin untuk asuransi.

Tindakan setelah evakusai
Setelah evakuasi dilakukan sekitar pukul 24.00 semua korban dipindahkan ke rumah sakit, informasi pasti tentang identitas korban belum berani di publikasikan sebelum pihak madis(rumah sakit) memutuskan, dan informasi disampaikan ke orang tua terlebih dahulu.hal ini secara etis dilakukan oleh pihak panitia, setelah korban di identifikasi sekitar pukul 01.00 panitia mulai menghubungi pihak keluarga dan memohon ijin untuk tindakan awal yang harus dilakukan terhadap jenazah (dalam hal ini adalah memandikan, mengkavani, dan ditempatkan di tempat semestinya) setelah tindakan awal yang dilakukan semua jenazah dengan ijin keluarga sesegera di antarkan ke rumah duka masing – masing dengan di dampingi 2 pihak panitia. Setelah ketiga jenazah diberangkatkan ke rumah duka masing masing dengan didampingi panitia saya selaku ketua HIKESPI baru bisa berangkat ke rumah duka untuk turut berbela sungkawa. Dan dengan secara kekeluargaan menceritakan secara rinci tentang kronologi kejadian yang terjadi,

Rencana tindak lanjut
Untuk menjelaskan kejadian secara adil, ketua HIKESPI selaku perwakilan dari panitia memutuskan untuk membentuk team investigasi yang sesegera untuk dikerjakan, team investigasi ini dipilih dari team yang independen dan dari berbagai pihak yang kompeten antaranya dari pihak speleolog, pihak dari masing masing korban, pihak dari kelompok penelusur goa, pihak dari potensi rescue dan vertical rescue, pihak dari pakar goa. Hal ini dimaksudkan untuk menggambarkan kondisi sebenarnya yang terjadi, hingga akhirnya dipilihlah Dr. Cahyo Rahmadi untuk membentuk team investigasi dan secara marathon dipilihlah Prof. Eko Haryono sebagai ketua team Investigasi dengan 16 anggotanya dan dengan sesegera melakukan pekerjaanya.

Secara kronologi yang kita tuliskan, kecelakaan ini murni bencana yang disebabkan oleh faktor alam yang diluar prediksi analisa kita.

Demikian kronologi kejadian ini kami sampaikan.Tidak lupa, atas nama panitia, Kami ucapkan terimakasihkepada seluruh potensi yang telah sangat membantu selama proses evakuasi. Kami memohon maaf dan turut berbela sungkawa kepada keluarga korban, ISI Yogyakarta, Matalabiogama Fak.Biologi UGM Yogyakarta, dan Mapala Satria Muhammadiyah Purwokerto. Semoga seluruh amal dan ibadahnya diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa dan yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan kekuatan.Amin.

Yogyakarta, 22 Maret 2013
Ketua
FINSPAC/HIKESPI

(Cahyo Alkantana)

PENELUSURAN GUA : Korban Tewas Sempat Berkicau di Twitter Tentang Kematian

DIAN PUTRI

SOLO — Hari Rabu (20/3/2013), menjadi hari berkabung, setidaknya bagi tiga Universitas yakni UGM, UMP Purwokerto dan ISI Jogja. Mahasiswa ketiga universitas ini meregang nyawa saat mengikuti pelatihan selusur gua yang diadakan Himpunan Kegiatan Sepeleologi Indonesia (Hikespi).

Korban meninggal karena terjebak di Gua Seropan II, Dusun Serpeng, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, Selasa (19/3/2013) petang.

Salah satu korban meninggal, mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dian Putri dua hari sebelum keberangkatan sudah memiliki firasat kurang baik.

Hal ini diketahui dari  akun twitter Dian Putri yakni @diannputrii. Sebelum berangkat Dian sempat berkicau di twitter bahwa ia memiliki pikiran yang negatif.
“”jadi berpikir negatif…” – random tmblr.co/ZW2cIygRcWHG,” tulis Dian, Minggu
(17/3/2013).
Proses Evakuasi Korban

Selain kicauan twitter tersebut, empat hari sebelumnya ia sempat bikin puisi yang berjudul “satu-satu”. Puisi Dian ini ia unggah di akun tumble-nya di http://dinntopup.tumblr.com.

Berikut puisi Dian yang juga ia tautkan di status twitternya.:

Satu-satu harus menghilang
Satu-satu akan datang
Dan satu-satu akan kembali
Sampai kapan berada di sini?
Di peraduan tanpa batas yang tak mengenal lelah
Memang manusia diciptakan untuk terus berkeluh kesah
Tapi bukan pada orang lain
Hanya kepadaNya
Allah. Tuhanku yang paling mengerti akan kehidupan fana ini

Di twitter akun @diannputrii dibanjiri mention dari sahabat dan koleganya. Mereka semua ingin mengucapkan belasungkawa dan mengenang jasa gadis berkacamata ini.

@qiztonk61 “Inalillahiwainailihirojiun.. Selamat jalan mbak @diannputrii makasih udah bantuin aku waktu awal di Jogja dulu.. semoga tenang di sisiNya :( “
@petualang_TNG “Selamat jalan kawan @diannputrii . Tuhan memanggilmu melalui alam. #caveincident #EvakSerpeng #AdvAccident”
@MAPALA_GEGAMA ”selamat jalan kawanku @diannputrii (kadiv caving matalabiogama).. semoga ditrima disisi-NYA, amin..”

Simak berita selengkapnya di: http://digital.solopos.com/file/21032013/
https://www.facebook.com/groups/brotherhoodpetakalagrage/doc/497867416917082/
Sumber :

http://www.harianjogja.com/baca/2013/03/20/penelusuran-gua-celaka-korban-tewas-sempat-berkicau-di-twitter-tentang-kematian-389645

05 November 2009

MENELUSUR GUA (CAVING)


Oleh : dr E Frank Touw

Gua sudah dikenal sejak zaman prasejarah. Hal ini mudah ditelusuri dari gambar-gambar di dalam gua yang pernah dihuni manusia prasejarah. Saat ini memasuki gua bisa sekedar rekreasi, hobi atau obyek penelitian. Dengantingkat kesulitan sangat rendah, seperti gua Jatijajar Jawa Tengah, sampai yang sulit dan memerlukan alat-alat dan keterampilan khusus.

Keselamatan dan keamanan memasuki gua sangat tergantung dari manusianya sendiri. Di Indonesia sampai saat ini belum ada tim rescue gua (cave rescue), sehingga bila ada kecelakaan digua sangat sulit menanganinya. Untuk itulah sebaiknya setiap penelusur gua menyadari kemampuan pribadi dan timnya. Kegiatan ini bukan merupakan kegiatan individual tetapi harus bersama tim.

Kemapuan juga harus ditunjang peralatanyang baik dan sering berlatih dengan orang yang terlatih. Untuk itu HIKESPI (Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia) telah membuat singkatan yang mudah kita hapal.


K emana Anda pergi memasuki gua, beritahu sanak saudara, teman: kapan pergi; kemana;dimana; kapan pulangnya.

E mpat orang adalah jumlah minimal yang dianggap aman untuk menulusuri gua. Apabila seorang mendapat musibah, satu menemani, dua keluar untuk mencari bantuan.

A lat-alat yang dibawa harus memadai dan setiap anggota tim memahami betul cara memakai setiap alat.

M
embawa tiga sumber cahaya, lengkap dengan cadangannya. Ini syarat mutlak yang tidak bisa ditawar-tawar.

A jak selalu seorang yang telah berpengalaman dalam teknik menelusuri gua dan mengetahui dengan baik lingkungan gua.

N apas sesak dan tersengal-sengal merupakan pertanda gua penuh gas CO2, karenanya harus segera ditinggalkan.

A
kal sehat, keterampilan, persiapan matang, perhitungan yang tepat serta pengalaman menjadi pegangan penelusuran gua, bukan nasib atau adu keberanian/kenekatan.

N aluri keselamatan yang ada pada setiap manusia, harus dikembangkan dan diperhatikan, karena seringkali menjadi faktor pengaman yang ampuh.

KONSERVASI

Selain faktor manusia, juga keadaan gua itu sendiri. Sebab lingkungan gua banyak yang sensitif/peka, sehingga tidak bijaksana bila hanya memperhatikan faktor manusianya saja. Untuk menjaga keutuhan gua dan lingkungan hapalkan singkatan ini:

K epekaan gua dan lingkungan terhadap setiap bentuk pencemaran harus selalu diperhatikan setiap penelusur gua.

O toritas yang berwenag dalam konservasi alam hendaknya dihunugi untuk diajak bekerjasama.

N asihat para ilmuwan dan saran mereka senantiasa harus diperhatikan dan dijadikan nara sumber.

S umber daya air, biota, formasi dsan sedimen gua perlu dijaga kelestariannya.

E kologi didalam dan diluar gua erat hubungannya dan berada dalam keseimbangan dinamis.

R ehabilitasi kerusakan gua dan lingkungannya sangat mustahil dilakukan.

V andalisme sangat merusak gua dan ligkungannya, jadi harus secara aktif ditentang dan dihindari.

A mankan gua dan lingkungannya, agar terbebas dari coretan, kotoran dan sampah.

S adarkan semua pihak akan pentingnya sebagian besar gua sebagai sumberdaya alam yang perlu dilindungi.

I
nisatif ikut menjaga kelestarian gua dan lingkungannya, besar artinya bagi nusa, bangsa dan generasi yang akan datang.



Kedua pegangan diatas (KEAMANAN dan KONSERVASI) disertai peralatan memadai serta disiplin diri yang tinggi, akan membuat penelusuran gua menjadi menarik unuk dilaksanakan. Tapi setiap kecelakaan, sudah merupakan kegagalan dalam menikmati penelusuran gua.

PERALATAN


Seperti kegiatan dialam bebas, peralatan dapat dibagi atas perelengkapan pribadi dan tim. Sifat gua apakah horizontal atau vertikal masing-masing menuntut peralatan yang sedikit berbeda.

Perlengkapan Pribadi
: helm, lampu, coverall, sepatu, kantung perlengkapan, harnes dada, harnes duduk, carabineur, descendeur, ascendeur, croll, sarung tangan, tempat air minum,peluit,kantung tidur, makanan, buku catatan disimpan dalam kantung yang kedap air.

Perlengkapan Tim
: tackel bag, tali, lat masak/alat makan, survival kit, alat pemetaan, alat dokumentasi, alat rock climbing dan kotak P3K.

bersambung......

04 November 2009

HIMPUNAN KEGIATAN SPELEOLOGI INDONESIA



Profil Hikespi

Visi dan Misi

Hikespi didirikan untuk menampung, membina, menyuluh, meningkatkan mutu, serta mengkoordinir kegiatan-kegiatan dalam bidang speleologi di Indonesia.

Mengembangkan pengertian dan kesadaran akan perlunya gua dan lingkungannya dilindungi, serta secara aktif berusaha untuk melestarikannya.

Mengembangkan ilmu dan profesi speleologi di Indonesia, dengan dasar kode etik dan moral speleologi.

Hikespi menjadi wadah pusat informasi di bidang speleologi

Aktifitas

Dalam rangka meningkatkan mutu di bidang Speleologi, maka HIKESPI secara berkala akan mengadakan kursus teknik penelusuran gua, tingkat dasar, lanjutan, asisten instruktur dan instruktur serta kursus-kursus ilmiah (tematik) yang berkaitan dengan speleologi. Telah berpengalaman dan dimulai sejak tahun 1983.

Bentuk aktifitas berupa kegiatan mengidentifikasi aneka nilai gua dan karst diwujudkan dalam ekspedisi, eksplorasi, dan latihan gabungan yang menekankan pada azas konservasi. Bagi masyarakat awam kegiatan berupa penyuluhan melalui seminar, workshop dan program pemberdayaan masyarakat.

Kerjasama

Untuk melaksanakan kegiatannya sesuai dengan visi dan misi maka HIKESPI secara aktif menjalin jaringan kerjasama yang luas dan merata. Telah bekerjasama dengan berbagai Instansi pemerintahan, bidang Lingkungan Hidup, Pariwisata, Kehutanan, Energi dan Sumber Daya Mineral Puslitbang Geologi, Puslitbang Biologi, pejabat Pemerintah Daerah Tingkat I dan II, Badan SAR Nasional.

HIKESPI bekerja sama dan menjalin afiliasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang Speleologi antara lain LKI (Lembaga Karst Indonesia), YSM (Yayasan Speleologi Makasar), ASC (Acintya Sunyata Speleoclub). Juga menghimpun Organisasi Pecinta Alam yang mengembangkan kegiatan speleologi.

Untuk meningkatkan mutu dan bertukar informasi dijalin kerjasama dengan Federasi Speleologi mancanegara Belgia, Prancis, Inggris, Australia, Jerman, Amerika, Swiss, Norwegia, Belanda.

Sejarah HIKESPI

Pada akhir bulan Maret 1983, beberapa peminat kegiatan penelusuran gua dari Yogyakarta, Malang, dan Bogor beritikad untuk membentuk organisasi yang tujuan utamanya ialah perlindungan / pelestarian gua-gua di Indonesia. Sejak itu pula dihayati bahwa tidak mungkin gua-gua dilindungi hanya berlandaskan eksplorasi yang membutuhkan peralatan, tehnik dan keterampilan menelusuri gua saja. Wajib sekali menguasai aneka ilmu yang terkait dalam Speleologi dan Karstologi.

Itu sebabnya mereka berkumpul di rumah Dr Robby K.T. Ko untuk menyusun programa pelatihan tehnik serta pendidikan aneka ilmu terkait. Mereka sadar bahwa untuk menyebarluaskan baik tehnik maupun ilmu harus dimulai dengan menguasai dulu dengan sempurna tehnik dan ilmu oleh para peminat tersebut.

Dr Robby K.T. Ko dipercayai mereka menyelenggarakan kursus speleologi yang komprehensif sebagai instruktur tunggal, karena baru pulang dari Perancis, diundang melakukan observasi pada Pusat Pendidikan Tehnik Caving di Vercors yang diselenggarakan oleh Federtion Francaise de Speleologie dan dari Inggris, diundang untuk mengajar di Sekolah Pendidikan Caving di Whernside Manor, yang diadakan oleh British Cave Research Association. Dr R.K.T. Ko adalah anggota dari ke dua organisasi tersebut.

Maka Dr. Ko bersedia mengadakan kursus pertama dan sejak itu rumahnya dijadikan Pusat Pendidikan dan Dokumentasi Speleologi Indonesia. Kursus diadakan dari tanggal 1 April 1983 sampai dengan 10 April 1983, dengan praktek lapangan di Gua Pawon selama dua hari, yang di bahas ialah semua tehnik SRT termasuk Cave rescue dan dasar – dasar Cave Diving, dan ilmu-ilmu terkait, mulai dari Introduksi Speleologi dilanjutkan geologi, hidrologi, biospeleologi, speleogenesis, konservasi karst dan gua, fotografi dan pemetaan gua. Kursus ini dinamakan Klinik Speleologi.

Yang mengikuti kursus ialah Hiapy Suryakusumah, Muksin Hidayat dan Herman Harminggana, Nilanto Perbowo, Gono Semiadi (Malang), Awey Suwesta, Eddy Bratawijaya, Pingkan Jans, Mira Basuki, Anggawati Suryadi (Bogor) dan Iwan Baskoro (Siek Liang Swan) (Yogyakarta).

Pada tanggal 21 Mei 1983, berkat hubungan baik dnegan Pemerintah Daerah Cilacap dan Dinas Pariwisata Jawa Tengah. Dr Ko diundang untuk meninjau potensi turisme di Cilacap secara umum, dan turisme gua secara khusus. Untuk mendampingi Dr Ko, disusunlah suatu team lulusan kursus speleologi bulan April 1983 diperkuat oleh dua pegawai Direktorat Jendral Pariwisata.Team yang tersusun ialah: Dr Ko sebagai pemimpin dan anggotanya : Drs Maryatmo dan Akyaruddin BA (Ditjen Pariwisata), Poerwoko SH (Diparda Jawa Tengah), Marsono SH (Kanwil Parpostel Jawa Tengah) dan para alumni Klinik Speleologi : Muksin Hidayat, Herman Harminggana, Iwan Baskoro, Anggawati SuryadiM, Drs Suyanto.

Pada malam hari tgl 22 Mei 1983, di Hotel Delyma Cilacap, telah diadakan pertemuan para mantan peserta klinik Speleologi dengan arahan dari Drs Maryatmo dan Akhyarudin BA, tanpa dihadiri oleh Dr Ko. Keesokan harinya tgl 23 Mei 1983 mereka dirikan Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia (HIKESPI) di kalangan internasional Federation of Indonesian Speleological Activities (FINSPAC) dan memilih Dr R.K.T.Ko menjadi Ketuanya.

Dengan demikian HIKESPI berdiri setelah para pendirinya mengikuti Kursus tingkat Klinik Speleologi. Dengan mengadakan aneka kursus Speleologi sesudahnya, maka ilmu speleologi dan tehnik caving diharapkan tersebar di Indonesia, tidak terbatas pada para penggiat di alam, tetapi juga diadakan untuk birokrat dan para ilmuwan.

Seiring berjalannya waktu Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia yang berpusat di Buena Vista Jalan Babakan 11 Tugu Utara, Cisarua Bogor, semakin mempunyai jaringan yang luas dan merata. Bekerjasama dengan berbagai instansi pemerintahan; bidang lingkungan hidup, Pariwisata, Kehutanan, Energi dan Sumber Daya Mineral, Puslitbang Geologi, Puslitbang Biologi, Pejabat Pemerintah Daerah Tingkat I dan II, Basarnas serta organisasi Pecinta Alam dan LSM yang bergerak di bidang Speleologi.

HIKESPI merupakan anggota Union Internationale de Speleologie (IUS) dan organisasi yang bersifat profesi dan keilmuaan yang terdaftar di Lembaga Ilmu Pengetahuan indonesia (LIPI), berafiliasi dengan Departement of Speleology Education International Union of Speleology.

HIKESPI di dalam kegiatannya telah melahirkan lulusan dan pemerhati yang banyak diantaranya kini menempati eselon atas birokrasi dan menjadi ilmuwan atau dosen yang secara konsisten menyebarluaskan arti karst dan gua untuk nusa dan bangsa.

Dies Natalis HIKESPI ke 22 tanggal 21 – 23 Mei 2005 talah membawa perubahan di kepengurusan HIKESPI, dengan mundurnya Dr R. K T. Ko dari jabatannya sebagai Ketua HIKESPI. Melalui proses pemilihan oleh Dewan Formatur terpilihlah Ir. Cahyo Alkantana. M.Sc menjadi ketua Himpuan Kegiatan Speleologi Indonesia periode selanjutnya.

FINSPAC
administration

Address:
Jalan Kenekan 18 Panembahan Kraton
Yogyakarta
DIY
Indonesia

E-mail: finspac@yahoo.comThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Telephone: +6281227931935
Esprit de corps : DISIPLIN,GIGIH DAN BERANI HIDUP Esprit de corps : DISIPLIN,GIGIH DAN BERANI HIDUP Esprit de corps : DISIPLIN,GIGIH DAN BERANI HIDUP Esprit de corps : DISIPLIN,GIGIH DAN BERANI HIDUP
Ad
Ad